Skip to main content

Highgate Cemetery dan Legenda The Highgate Vampire

Selamat malam para netter, blogger, reader. How are you tonight? It is been a month for me not to write any scary, frightening, mystical article on my blog. Well, I decided tonight to make one. Then, I ended up making an article about a cemetery located in North London. They call it as "Highgate Cemetery". Let me explain you about this place below. I explain it in Bahasa.
cerita rakyat

Area pemakaman ini terletak di daerah London Utara, Inggris. Banyak orang-orang terkenal yang dikuburkan di sini seperti Karl Marx, Douglas Adam, dan juga orang tua dari Charles Dickens. Tempat ini telah terkenal dengan aura mistisnya. Banyak kisah kisah hantu bergentayangan disini, penampakan, dan juga kejadian aneh lainnya. Pemakaman ini terbagi menjadi dua, yaitu pemakaman di sebelah timur yang sering disebut dengan “Pemakaman Timur”, dan pemakaman di sebelah barat yang sering disebut dengan “Pemakaman Barat”. Terdapat kurang lebih 170.000 jasad yang dikuburkan di sekitar 53.000 makam di pemakaman Highgate ini.

Dikategorikan kedalam tempat paling menakutkan di dunia, pemakaman ini memiliki cerita yang menakutkan yang sering disebut dengan “The Highgate Vampire.” Sosok dalam kisah “the Highgate Vampire” sebenarnya bukan lah sosok Vampire, lebih tepatnya sosok ini adalah sosok mahluk berjenis kelamin laki-laki yang memiliki tinggi sekitar 7 kaki, yang memiliki mata yang mampu menghipnotis yang melihatnya. Sosok ini dipercaya memakai jas berwarna hitam.

Banyak orang yang mengaku pernah melihat sosok ini. Dalam sebuah cerita yang banyak beredar, seorang pria yang sedang mengendarai mobil mengalami mogok tepat di dekat pemakaman ini. Ketika dia hendak keluar dari mobil untuk memeriksa keadaanya mobilnya tersebut, tiba-tiba ia melihat mahluk yang sangat tinggi dengan mata yang berwarna merah menyala sedang menatapnya. Sosok itu berdiri di balik pagar pintu pemakaman. 

Dipercaya bahwa kemunculan sosok “The Higgate Vampire” ini ditandai dengan menurunya suhu udara di sekitar pemakaman. Jadi seandainya kita sedang berada di pemkaman ini dan tiba-tiba suhu udara menjadi dingin, maka dapat dipastikan bahwa The Highgate Vampire ini sedang mengawasi kita. 

Selain menurunya suhu udara sekitar, kehadiran sosok mengerikan ini juga ditandai dengan berubahanmya prilaku hewan disekitar pemakaman ini. Bila kita membawa, anjing, ataupun kucing kita ke pemakaman ini pada malam hari, dan tingkah mereka kemudian berubah secara drastis, seperti melolong, ataupun mengeong maka dapat dipastikan bahwa The Highgate Vampire telah hadir bersama kita.


Pada tahun 1970, sesosok tubuh wanita yang hangus terbakar ditemukan di area pemakaman ini. Kabar berhembus bahwa pembunuh wanita ini adalah sosok “The Highgate Vampire”. Mereka percaya bahwa sosok ini tidak hanya menakuti orang-orang tetapi juga dapat membunuh. Tetapi kemudian, kabar ini tidak dapat dibuktikan kebenarnya, dan menurut penyelidikan penyebab terbakarnya sosok wanita di area pemakaman ini diakibatkan oleh ulah manusia.

Sekian kisah singkat tentang highgate cemetery yang terkenal dengan keangkerannya. Mungkin ada yang ingin mencoba, silahkan terbang ke London. Mahal? Yaudah ke TPU Jeruk Purut aja. 


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Contoh Soal Argumentative Text dan Kunci Jawabannya (Floating Breakfast)

Halo sahabat kebuncerita apa kabar? Pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan contoh soal argumentative text . Contoh soal ini dapat kalian gunakan untuk melatih kemampuan membaca kalian ataupun dapat juga digunakan sebagai bahan latihan membaca murid di dalam kelas. Jangan lupa untuk mencantumkan sumbernya jika kalian ini menggunakan contoh soal reading ini.   Baca Juga:  Contoh Soal Narrative Text dan Kunci Jawabannya (The Man, The Boy and The Donkey) Baca Juga :  Contoh Soal Narrative Text dan Kunci Jawabannya (The Grasshoper and The Toad)   The floating breakfast via https://cococollection.com If you follow luxury resorts or travel influencers on Instagram, odds are good that you have seen at least one "floating breakfast." In case you are not familiar with them, here is what to know: they are your typical upscale hotel room service breakfast -- think toast, fruit, coffee, and the like -- served in a pool or hot tub instead of in bed. Usually, they a...

Legenda Amat Rhang Manyang || Cerita Rakyat Aceh || Part 1

To read the story in English click here! Dikampung Pasie, berdekatan dengan Paya Senara daerah Krueng Raya, Nanggroe Aceh Darussalam. Pada zaman dahulu, berdiamlah di tempat tersebut satu keluarga terdiri dari bapak, ibu dan seorang anaknya laki-laki bernama Amat. Amat, sering juga di panggil " Agam " ( Dalam Istiadat Aceh, panggilan Agam adalah untuk seorang anak laki-laki maupun perempuan di panggil Inong).   Keluarga ini tergolong miskin. Pekerjaan sehari-hari adalah mengolah sabut dan garam. kulit kelapa yang umunya dibuang orang, mereka kumpulkan, lalu direndamkan dalam lumpur. Setelah beberapa lama, rendaman itu diangkat, di bersihkan. Isinya yang sedikit membusuk dibuang sehingga tinggal seratnya saja. Serta ini diolah atau dipintal menjadi jenis tali sabut.   Untuk memasak, mereka menggunakan kulit kelapa, pelepah dan daunnya sebagai kayu api. Sedangkan bagi orang kaya semua itu dibuang atau tidak dibutuhkan dalam kebutuhan mereka, cuma dibutuhkan un...

The Life of Princess Kembang Dadar || Palembang Folklore

Thousand years ago, in Southern Sumatera, there were two kingdoms that were always in fight. The kingdoms had never been in peace since they were built. There were always problems happened between the kingdoms. Those kingdoms’ name were Hulu kingdom and Hilir kingdom. One afternoon, in a bright day, the king of Hilir kingdom together with his trusted people walked to one building called Pendopo. There, in Pendopo, the king and his people were planning to have an important meeting discussing about their plan “Are we really ready?” asked the king to open the discussion The commander of the kingdom stood then bend to show some respect to the king and the he said “My majesty, our troop are ready to deploy!” The commander said in a very promising voice and his hand pointed at the hundreds of soldiers that were training at the palace’s yard at that time. “Hmm” said the king. He, then, walked outside the Pendopo to look how well his soldiers training by himself. Behind him, the co...