Skip to main content

Australian Folklore : Galah , and Oolah the Lizard || Galah, dan Oolah Sang Kadal. (Bahasa Indonesia)



         This story is told in two language Bahasa and English. This page provides you the story in Bahasa. To read the story in English please click here.



       Oolah sang kadal merasa bosan karena hanya berbaring di bwah sinar matahari tanpa melakukan apapun. Kemudian dia pun berkata “Aku akan pergi bermain.” Oolah pun mengambil bumerangnya, dan mulai berlatih melemparnya. Ketika Oolah sedang melempar-lempar bumerangnya, Galah muncul memerhatikan bagaiman boomerang yang telah dilemparkan itu kembali kepada Oolah. Bumerang yang dilempar olah adalah jenis bubberahs. Jenis ini memiliki ukuran lebih kecil daripada jenis boomerang lainnya, juga bentuknya lebih lengkung. Serta, ketika mereka dilempar dengan benar, mereka akan kembali lagi ke pelemparnya. Hal ini tidak bisa dilakukan oleh boomerang lainnya.

     Oolah bangga ketika melihat Galah memerhatikan kemampuannya.  Dengan bangganya, dia melakukan dua putaran dengan bubberah and melemparkannya dengan segenap kekuatannya. Whizz, whizz, boomerang itu terbang ke udara, ketika bumerang itu kembali, boomerang itu mengenai kepala Gallah dan membuat bulu dan kulit kepalanya terkelupas. Karena hal itu, Galah pun bertingkah aneh, ia memekik, menjerit, dan berteriak serta terbang dan menukik tanpa arah dan membentur-benturkan kepalanya ke tanah seperti burung yang sedang kesetanan.

          Melihat hal itu, Oolah ketakutan. Dia menyesali apa yang telah diperbuatnya. Oolah melihat darah mengalir dari kepala Galah, kemudian karena rasa takut dan bersalah, Oolah berjalan dan menyeruak sembunyi di bawah rimbunan semak. Tetapi Galah melihatnya, dan ia berjalan menuju semak dimana Oolah bersembunyi. Ketika dia berada di semak tersebut dia menyerah Oolah dan menariknya keluar dari semak tersebut dengan paruhnya. 
Setelah berhasil menarik Oolah keluar, Galah berkata

 “Mulai sekarang” Ucap galah “Kau akan selalu membawa tand luka dari semak ini dan juga bercak merah ditubuhmu yang berasal dari darah di kepalaku”. Galah pun mengusap kepalanya yang berdarah dengan tangannya lalu enggosokannya ke kulit Oolah.

“Dan Kau” balas Oolah sambil mendesis merasakan sakit dari akibat luka dari duri semak itu, “Akan selalu botak. Rambut dikepalamu tidak akan bisa tumbuh”

Dan hingga saat ini, dibagian kepala Galah, kita bisa menjumpai bekas luka yang disebabkan oleh boomerang Oolah. Dan Ollah pun hingga sekarang masih memiliki bercak merah di tubuhnya dan juga bagian tubuh seperti duri di sepanjang sisi tubuhnya layaknya duri semak bindeah.

Cerita asli berbahasa Inggris ini diambil dari here!






Comments

Popular posts from this blog

Contoh Soal Argumentative Text dan Kunci Jawabannya (Floating Breakfast)

Halo sahabat kebuncerita apa kabar? Pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan contoh soal argumentative text . Contoh soal ini dapat kalian gunakan untuk melatih kemampuan membaca kalian ataupun dapat juga digunakan sebagai bahan latihan membaca murid di dalam kelas. Jangan lupa untuk mencantumkan sumbernya jika kalian ini menggunakan contoh soal reading ini.   Baca Juga:  Contoh Soal Narrative Text dan Kunci Jawabannya (The Man, The Boy and The Donkey) Baca Juga :  Contoh Soal Narrative Text dan Kunci Jawabannya (The Grasshoper and The Toad)   The floating breakfast via https://cococollection.com If you follow luxury resorts or travel influencers on Instagram, odds are good that you have seen at least one "floating breakfast." In case you are not familiar with them, here is what to know: they are your typical upscale hotel room service breakfast -- think toast, fruit, coffee, and the like -- served in a pool or hot tub instead of in bed. Usually, they a...

Legenda Amat Rhang Manyang || Cerita Rakyat Aceh || Part 1

To read the story in English click here! Dikampung Pasie, berdekatan dengan Paya Senara daerah Krueng Raya, Nanggroe Aceh Darussalam. Pada zaman dahulu, berdiamlah di tempat tersebut satu keluarga terdiri dari bapak, ibu dan seorang anaknya laki-laki bernama Amat. Amat, sering juga di panggil " Agam " ( Dalam Istiadat Aceh, panggilan Agam adalah untuk seorang anak laki-laki maupun perempuan di panggil Inong).   Keluarga ini tergolong miskin. Pekerjaan sehari-hari adalah mengolah sabut dan garam. kulit kelapa yang umunya dibuang orang, mereka kumpulkan, lalu direndamkan dalam lumpur. Setelah beberapa lama, rendaman itu diangkat, di bersihkan. Isinya yang sedikit membusuk dibuang sehingga tinggal seratnya saja. Serta ini diolah atau dipintal menjadi jenis tali sabut.   Untuk memasak, mereka menggunakan kulit kelapa, pelepah dan daunnya sebagai kayu api. Sedangkan bagi orang kaya semua itu dibuang atau tidak dibutuhkan dalam kebutuhan mereka, cuma dibutuhkan un...

The Life of Princess Kembang Dadar || Palembang Folklore

Thousand years ago, in Southern Sumatera, there were two kingdoms that were always in fight. The kingdoms had never been in peace since they were built. There were always problems happened between the kingdoms. Those kingdoms’ name were Hulu kingdom and Hilir kingdom. One afternoon, in a bright day, the king of Hilir kingdom together with his trusted people walked to one building called Pendopo. There, in Pendopo, the king and his people were planning to have an important meeting discussing about their plan “Are we really ready?” asked the king to open the discussion The commander of the kingdom stood then bend to show some respect to the king and the he said “My majesty, our troop are ready to deploy!” The commander said in a very promising voice and his hand pointed at the hundreds of soldiers that were training at the palace’s yard at that time. “Hmm” said the king. He, then, walked outside the Pendopo to look how well his soldiers training by himself. Behind him, the co...